Sayembara lagu arema berhadiah menarik bagi pemenang, ayo kirimkan jawabanmu dengan sms ke : 0818383911, Pemenang akan diumumkan tanggal 31 Agustus 2019. Link video ada di berita ya !

Seni Budaya

Seni Budaya -04- 29 14:30

5 Jam Menari di Kampung Budaya Polowijen, Ini Komentarnya Para Penari


perayaan hari tari sedunia di kampung budaya polowijen dengan menari selama 5 jam


ameg.id- Peringatan Hari Tari sedunia 29 April adalah hari istimewa bagi para penari. Dimana hari ini merupakan hari rayanya untuk di rayakan dengan berbagai macam kegiatan mulai dari festival, Lomba sampai pada gelar doa. Banyak ragam macam cara para penari mengekspresikannya Hari Tari Sedunia ada yang menari selama 24 jam, 6 jam baik di jalan, lapangan bahkan di area public seperti tempat hiburan.

Beda halnya dengan Kampung Budaya Polowijen, Minggu kemarin 28/4/2019 kampungnya para penari topeng di Kota Malang itu dalam peringatan Hari Tari Sedunia di gelar dengan unik yaitu menari tarian ritual topeng selama 5 jam dan menggelar Doa Topeng Nusantara. Topeng dari berbagai daerah seperti topeng Cirebon, Jogjakarta, Madiun, Ponorogo, Malang, Sumenep, Situbondo, Bali di doakan semua agar para penari daerah sana diberikan kesehatan, kekuatan dan kelancaran dalam pelestarian budaya dan tari topengnya. 

Dalam Gelaran Doa Topeng Nusantara semua penari juga diajak nyekar ke makam Ki Tjondro Suwono (Buyut Reni) sang empu Topeng Malang dan setelah itu di depan makam penari diajak menari bersama Tari Topeng Ragil Kuning yang menjadi ciri khas Tari Topeng Polowijen. Hadir pula Nyai Roro Dadak Purwo penari klasik Tansgender dari Malang sebagai bintang tamu acara Gelar Doa Topeng Nuswantoro.

Gelaran ritual diawali dengan semua para penari membawa topeng dari KBP berjalan menuju Sumur Windu Ken Dedes menjemput Nyai Dadak Purwo kemudian di arak menuju KBP. Sesampai di KBP semua penari diajak mengelar doa Topeng-topeng Nusantara dan setelah itu semua penari berganitan menari. Acara dihadiri puluhan mahasiswa dari Program Studi Tari UM yang bawa oleh dosen seni tari Dr. Roby Hidajat, M.Sn, serta puluhan penari dari sanggar Sumberawan Singosari , Sanggar Tari Balearjosari, Sanggar Denandar Lawang, Sekolah Budaya Tunggulwulung, sanggar Sekar Tanjung  dan Forum Pecinta Topeng Malang.

“Menari adalah ekspresi jiwa maka peringatan Hari Tari Sedunia ini semua warga di ajak menari untuk menemukan esensi menari dengan wiromo, wiroso dan wirogo,”  Ungkap Indariyanti ,SS. seorang guru tari KBP disela-sela acara. kita mendoakan agar tarian topeng yang selama ini jadi icon KBP dan Kota Malang tetep lestari dan mendunia. Lanjut  Indariyanti pemilik Sanggar Sekar Tanjung.  Sementara Reni Kurniawati guru tari dari Sanggar Sumberawan Singosari menyampaikan “pentingnya mempertemukan para penari dari berbagai sanggar tari maupun kampung yang menjadi kantung penari adalah untuk saling berkolaborasi dan saling memanjatkan doa untuk kita semua”

Chistian Tjatur Budi Rahardjo Pegiat Sekolah Budaya Tunggulwulung menghantarkan belasan penari SBTW yang turut serta menari KBP bertutur bahwa “Hari Tari Sedunia baiknya tiap penari menampilkan karya sebagai media ekspresi ke Sang Pencipta, belajar budaya dan berbudi luhur. STBW selama ini juga turut serta dalam pelestarian Tari Topeng Malang dan KBP adalah saudara kembarnya (sama seperti kampung budaya)”. Ungkap Tjatur yang menjadi guru seni SMK 2 Kota Malang. 

Sama halnya dengan Lyhong Penari Topeng Gunungsari dari Jabung.” Topeng dan tari topeng harus kita lestarikan dengan sesering mungkin di pentaskan, dan gelar doa topeng seperti ini adalah bagian dari cara kami mementaskan sekaligus merawat tradisi”.  Lanjut Lyhong pengrajin topeng malang yang karyanya sudah tersebar kemana-mana datang bersama rombongan Forum Pecinta Topeng Malang.

Nyai Roro Dadak Purwo sebagai bintang tamu dalam Gelar Doa Topeng Nusantara di KBP berpesan bahwa menari  sangat penting untuk membina mental dan karakter anak muda. “Dengan menari akan menemukan kepribadiannya, selain mampu mengungkapkan ekspresi kejiwaan menari bisa dijadikan ajang meraih prestasi”.  Terbukti dimana mana ajang pemilihan duta, menari selalu manjadi bagian dari andalannya”. Pungkas Nyai Roro Dadak Purwo yang sudah 4 kali menari di Polowijen. (dod/ameg)


Viewer 179

Similar Post You May Like