Selamat Datang Di Aremamediaonline berita Cepat, Tanggap dan Akurat

Kota Malang

Kota Malang -06- 10 13:42

Adendum Masih Jadi Kendala Pembangunan Pasar Blimbing Tahun Ini


istimewa


ameg.id- Dilansir dari makabgpostonline.com, Adendum masih menjadi kendala besar untuk melanjutkan pembangunan Pasar Blimbing. Maka dipastikan tahun ini pun kelanjutan revitalisasi pasar ini belum dapat menemukan titik terang.

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menjelaskan tahun ini pihaknya akan melakukan komunikasi intens dengan investor terlebih dahulu. Tidak hanya pasar ini saja, tapi pembangunan pasar gadang juga akan dikomunikasikan intens tahun ini.

"Tahun ini akan kami pastikan dan beritahukan progressnya. Kami akan undang semua pihak," tegasnya.

Sementara itu diketahui bahwa Adendum atau Perjanjian Kerjasama (PKS) masih menjadi kendala tersendiri untuk penyelesaian pembangunan pasar tradisional di Kecamatan Blimbing tersebut. 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto menyampaikan, saat ini Pemerintah Kota Malang dan investor masih difasilitasi oleh DPRD Kota Malang berkaitan dengan realisasi pembangunan pasar tersebut. Karena masih terdapat perbedaan pendapat berkaitan dengan masa pengelolaan pasar oleh investor pasca dibangun nantinya. 

"Jadi masa pengelolaan pasar oleh investor masih menjadi perdebatan, dan kami masih menunggu," jelasnya.

Wahyu berujar investor menghendaki mengelola pasar dengan durasi 30 tahun pasca pasar usai dibangun secara fisik. Sementara dalam aturan yang dibuat dalam Permendagri, dijelaskan jika masa pengelolaan pasar adalah 30 tahun sejak PKS ditandatangani. 

"Dan PKS sudah ditandatangani pada 2010 lalu. Seandainya dibangun tahun ini, maka masa pengelolaan oleh investor tinggal 21 tahun, dan kalau dibangun tahun depan berkurang jadi 20 tahun. Tapi investor mintanya tetap 30 tahun saat dibangun, ini masih jadi perdebatan," tukas pria yang menggemari motor trail ini. 

BACA JUGA: Puncak Arus Balik, Stasiun Kotabaru Berangkatkan 5 Ribu Pemudik

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Malang akan tetap patuh dengan peraturan yang dibuat. Sehingga, saat ini dia pun memilih untuk menunggu keputusan dari ke dua belah pihak. Sehingga untuk sementara waktu tidak ada langkah yang bisa diambil. 

"Dan kami hanya bisa membuat pedagang merasa nyaman berdagang. Karena kondisinya memang masih seperti ini," pungkasnya. (mp/ameg)

Terus simak berita-berita terupdate lainnya hanya di malangpostonline.com dan jangan lupa download aplikasi ameg.id di playstore smartphone anda.


Viewer 32

Similar Post You May Like