Selamat Datang Di Aremamediaonline berita Cepat, Tanggap dan Akurat

Kota Malang

Kota Malang -02- 08 22:30

Anang Hermansyah 'Bungkam' Suara Sumbang Penolakan RUU Permusikan


Anang hermansyah saat berada di malang berbicara tentang ruu permusikan


aremamediaonline.com–Suara penolakan RUU Permusikan kian lantang didengungkan para pelaku musik. Anang mencoba membendung serangan-serangan argumentatif yang ditujukan kepada anggota Komisi X DPR RI itu.

Selama kurang lebih tiga jam berdialog dengan para musisi di Anang Karaoke, Kota Malang, Jum'at (8/2), suami dari Ashanty ini menegaskan kalau RUU itu memiliki niatan mulia. 

”Biar ada pengakuan dari negara, saya ingin itu," kata Anang.

Dia meminta RUU yang bikin geger ini tidak perlu lagi dibesar-besarkan. Apalagi, tujuan utama dari RUU ini adalah melindungi hak musisi.

”Seperti royalti dari promotor dan hak ciptanya sesuai, sehingga bisa sejahtera," imbuh politisi Partai Amanat Nasional (PAN). 

Tak hanya itu, bersama beberapa kelompok pegiat musik Malang Anang menjelaskan jika RUU ini merupakan jawaban dari Standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang disahkan 2013 silam. 

Sehingga semua pegiat musik bisa tersertifikasi. Dengan demikian, Indonesia akan siap masuk pasar bebas Asia.

"Nggak cuma musisi, tapi sampai penata listriknya pun bisa diukur kompetensinya. Karena ada sertifikasi itu," kata suami Ashanty ini. 

Secara tegas, ia menyatakan penolakannya pada pasal 5 yang melarang pekerja musik membuat karya yang memprovokasi, menistakan agama, serta mendorong khalayak melakukan tindakan melawan hukum. Implikasinya, kreativitas para musisi akan terbelenggu.

"Pasal karet seperti itu jelas saya tolak," kata penyanyi senior ini. 

Pertemuan ini, lanjutnya, merupakan sarana ia untuk bertemu dengan musisi Malang. Anang percaya jika musisi Malang punya daya kritis untuk turut aktif membahas masa depan musik Indonesia. Sehingga diskusi ini merupakan wadah untuk mencari solusi dalam membahas RUU yang sedang panas di gedung parlemen. 

Disisi lain, Nova Ruth mewakili salah satu musisi Malang menyatakan jika forum ini bukan final. Sebab, RUU ini kesannya memaksakan dan bersifat represif kepada musisi. "Kamu sih belum mengambil sikap apapun, sebab ini tadi tidak bisa dikatakan mewakili semuanya generasi musisi Kota Malang," kata putri dari Toto Rewel, gitaris legenda Kota Malang. (dk/ameg)


Viewer 1141

Similar Post You May Like