Selamat Datang Di Aremamediaonline berita Cepat, Tanggap dan Akurat

Seni Budaya

Seni Budaya -02- 11 16:22

Awali Upacara Penitisan KBP Gelar Sesekan Topeng Malangan


foto dari netizen arema


aremamediaonline.com- Kampung Polowijen merupakan cikal bakal seni tradisi Topeng Malang yang pertama kali diciptakan Ki Tjondro Suwono atau lebih dikenal Mbah Reni. Tak salah jika Kampung Budaya Polowijen (KBP) menjadi basis warisan tradisi dan khazanah budaya. 

Manifestasi Topeng Malang diekspresikan beragam, mulai gebyak wayang topeng, tari topeng, pertunjukan topeng, termasuk ritual topeng yang tersebar di Malang Raya.  Tentunya  Topeng Malang menjadi  salah satu ikon Kesenian Malang.

Ekspresi kesenian in sangat erat kaitannya dengan nilai sinkritisme. Secara turun temurun generasi penerus mewarisi ragam tradisi Topeng Malang antara lain Upacara Penitisan Topeng, Jamasan Topeng  Ruwatan Topeng, Gebyak wayang Topeng serta Sesekaran Topeng. 

Budaya tradisi lama itu kian lama makin hilang seiring dengan sekedar kebutuhan pementasan maupun tergerus budaya baru yang cenderung instan.

Tak lama ini, tepatnya Minggu kemarin, (10/2) Tradisi Sesekaran Topeng Malang dan Upacara Penitisan Topeng digelar di Kampung Budaya Polowijen. Tradisi tersebut diselenggarakan di tiga lokasi yaitu di KBP,  Situs Sumur Windu Ken Dedes dan Makam Mbah Reni. Sepekan kemudian akan digelar Jamasan, Siraman dan Plintengan. 

Tokoh pelastari Topeng Malang Yudhit Perdananto menuturkan tradisi turun menurun ini telah ada sejak masa Mbah Reni dan berlanjut hingga Mbah Karimun di Pakisaji dan Ki Soleh Adipramana di Tumpang  dengan varian berbeda.

"Gelaran ritual ini lebih bersifat edukatif kepada penari bahwa menari topeng itu setidaknya mempelajari karakter dan ketokohannya termasuk bagaimana proses topeng itu dibuat sehingga bisa menjiwai waktu pementasan," pungkas Yudhit. (netizen/jnr/ameg) 


Viewer 150

Similar Post You May Like