Selamat Datang Di Aremamediaonline berita Cepat, Tanggap dan Akurat

Kota Batu

Kota Batu -03- 20 12:57

Buah Apel Tak Lagi 'Manis' Bagi Petani Apel


istimewa


aremamediaonline.com- Tanaman apel saat ini tak lagi jadi sandaran hidup bagi petani apel di Kota Batu. Para petani putar haluan bercocok tanam sayuran maupun membudi dayakan bunga mawar potong. Bagi petani, keduanya memiliki nilai ekonomis dibandingkan buah apel yang harganya merosot.

Petani terus merugi seiring jebloknya harga buah apel di pasaran. Biaya perawatan, bisa diibaratkan besar pasak dari pada tiang. Salah satu petani apel Desa Sumbergondo, Kota Batu, Andri Primbadi mengatakan beberapa kali merugi karena hasil panen tidak cukup memenuhi biaya perawatan. 

“Banyak yang memilih sayuran dan bunga mawar. Karena biaya lebih ringan dan hasil panen maksimal, setidaknya tidak merugi meski harga sayuran naik turun,” urai Andri.

Senada, Kepala Desa Sumbergondo, Nuryuwono membenarkannya jika banyak petani beralih. Penyebabnya memang sering merugi karena harga apel semakin turun drastis. 

“Harga hasil apel sekarang tidak seperti dahulu. Akibat banyaknya buah import masuk dan masa panen raya segala buah,” seru Nur. 

Jika bertani apel, petani dipusingkan banyaknya penyakit yang menyerang pohon seperti kutu sisik. Belum lagi, hama lain dan menjaga kestabilan PH tanah. 

”Untuk memberantasnya itu saja butuh dana yang cukup besar. Maka dari itulah banyak yang beralih karena merugi mahalnya obat-obatan,” papar dia. 

Padahal sekarang harga buah apel merangkak naik terus. Kemarin harga Rp 3,500 sekarang mencapai Rp 8 ribu tidak membuat petani terkesan. Penyebabnya perhitungan bertani apel dahulu dari hasil keseluruhan dipotong 30 persen biaya perawatan dll, sisanya 70 persen keuntungan petani. Tapi sekarang sudah berbalik.

Diketahui di Kota Batu memiliki empat jenis buah apel. Yakni apel anna, apel rome beauty, apel manalagi, dan granny smith. Yang menjadi favorit itu apel anna dan manalagi. (mp/ameg)


Viewer 32

Similar Post You May Like