Sayembara lagu arema berhadiah menarik bagi pemenang, ayo kirimkan jawabanmu dengan sms ke : 0818383911, Pemenang akan diumumkan tanggal 31 Agustus 2019. Link video ada di berita ya !

Arema

Arema -08- 08 10:11

Demi Persebaya, Arema 'Mengalah' Pada Kalteng Putra


istimewa


ameg.id- Dari malangpostonline.com, Absennya lima pemain pilar Arema, Hamka Hamzah, Alfarizi, Jayus Hariono, Dedik Setiawan dan Sylvano Comvalius sangat berpengaruh.  Hingga akhirnya menuai kekalahan 2-4 atas Kalteng Putra dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Tuah Pahoe, Rabu (7/8) malam.

Singo Edan tidak bisa dengan rapat mengantisipasi serangan balik tuan rumah. Selain itu, beberapa peluang emas pun tak bisa dikonversikan menjadi gol. Kondisi ini menguatkan analisa Arema ‘mengalah’ pada Kalteng Putra demi laga home lawan Persebaya Surabaya, 15 Agustus 2019.

“Rasanya Arema memang menyimpan pemain pilarnya untuk lawan Persebaya,” ungkap Hariyanto, Aremania Sawojajar usai nobar Arema di halaman Kantor Malang Post. Sebelumnya, pelatih Arema, Milomir Seslija pun mengakui strateginya, simpan pemain untuk lawan Persebaya.

 Tepatnya usai lawan Persija Jakarta, Milo sengaja tak membawa Hamka Hamzah dan Sylvano Comvalius ke Palangkaraya.  "Hamka dan Comvalius tidak ikut ke Kalteng. Keduanya bermasalah pada hamstring," ujar Milo mengakui dua pemain ini tidak mengalami cedera parah.

Dua pemain itu sengaja disimpan untuk mempercepat pemulihan, sehingga keduanya absen lawan Kalteng Putra. "Kami menyimpannya (Hamka dan Comvalius) agar lebih siap saat melawan Persebaya,” papar Milo beberapa saat sebelumnya timnya bertolak ke Palangkaraya dari Jakarta.

Sebelumnya, Dedik Setiawan, Jayus Hariono dan Alfarizi telah absen dalam laga melawan Persija dan lanjut absen lawan Kalteng Putra. Bahkan Dedik sudah absen saat Arema menjamu Persib. Kondisinya bakal dipantau untuk memastikan benar-benar siap tampil lawan Persib.

Termasuk Alfarizi dan Jayus, yang kemungkinan tak ada masalah serius. Bahkan absennya Jayus di Jakarta dan Palangkaraya lantaran gelandang muda ini rawan absen lawan Persebaya jika mendapatkan kartu kuning. Untuk itu, dia sengaja disimpan agar bisa tampil lawan Persebaya.

Sayangnya Arema FC seolah tampil antiklimaks lawan Kalteng Putra. Setelah dalam tiga laga terakhir tak terkalahkan dengan koleksi tujuh poin, akhirnya takluk di tangan Kalteng Putra. Arthur Cunha dkk kalah dengan skor 4-2 yang membuat tim ini gagal menggapai tiga besar menggusur Madura United.

Arema tampil di bawah form ketika memulai pertandingan. Gol cepat tuan rumah di menit 3’ melalui Patrich Wanggai, membuat tim kelahiran 1987 itu akhirnya kebobolan tiga gol tambahan. Melalui Hedipo Gustavo (38’), Patrich (64’) dan Diogo Campos (77’). Yang hanya mampu dibalas dua gol dari Ahmad Nur Hardianto (37’) dan Makan Konate (82’).

Arema terkena gol serangan balik dari lawan. Alhasil, Arema urung menambah poin dalam lawatan ke Palangkaraya. Sekalipun bermain mendominasi, usai tertinggal satu gol dari tuan rumah. “Kami sudah tampilkan permainan yang bagus. Kami punya dua gol balasan, tetapi itu tidak cukup,” ujar Milo.

Menurut dia, timnya sangat tersentak terkena gol cepat pada menit tiga oleh Patrich Wanggai. Akan tetapi, dia mengganggap gol itu sejatinya tidak sah karena ada satu pemain Kalteng Putra di depan Wanggai dalam posisi offside.

“Saya pikir gol pertama itu ofside karena ada pemain mereka di depan kiper. Saya kira wasit tidak melihatnya,” ungkap dia. Setelah itu, diakuinya Arema mendominasi permainan. Arema juga memiliki peluang, setidaknya sampai tiga kali. Sayang sekali, Arema hanya bisa membuat satu gol, dari Hardianto di menit 37’.

Namun sayang, setelah menyamakan skor konsentrasi pemain tidak segera ke pertandingan dan langsung dibalas satu menit kemudian oleh tuan rumah. Dua gol lainnya, yang sempat membuat Kalteng Putra unggul telak 4-1, juga berasal dari pemain Arema terlalu asyik menyerang, terkena serangan balik dan kebobolan.

“Saya kira kami kurang terorganisir ketika menghadapi serangan. Pertahanan kami kurang kuat walau kami bagus dalam menyerang,” tutur pria asal Bosnia itu. Menurutnya, Arema semakin tertinggal dan Kalteng terlihat terus menyerang. Dia menganggap tuan rumah berambisi menang.

“Kami harus akui, kami memang kalah dan mungkin ada sejumlah kesalahan yang kami perbuat,” tambahnya. Pelatih dengan sapaan akrab Milo itu mengatakan, harus segera melupakan kekalahan kemarin.

Kekalahan yang membuat Arema harus kembali menginjak bumi, karena permainan apik mereka beberapa pekan terakhir, secara mengejutkan dihentikan oleh Kalteng Putra. Padahal, Arema datang dengan optimisme tinggi, untuk melanjutkan trend permainan bagus mereka.

Apalagi, laga kemarin sejatinya sebagai bekal untuk menekan Persebaya, yang akan dijamu Arema 15 Agustus mendatang. Hasil itu pun membuat Arema terancam terlempar dari lima besar. Tim seperti PSS Sleman, Persebaya Surabaya hingga Borneo FC, bisa menggusur Arema bila memenangkan laga di pekan 13 ini.

Tiga tim tersebut belum bertanding di pekan ini. Selanjutnya, Arema akan bertemu dengan Persebaya pada 15 Agustus di Stadion Kanjuruhan. Beberapa pemain yang absen diprediksi telah kembali seperti Hamka, Jayus, Alfarizi dan Comvalius. (mp/ameg)


Viewer 99

Similar Post You May Like