Selamat Datang Di Aremamediaonline berita Cepat, Tanggap dan Akurat

Nasional

Nasional -03- 16 18:16

Gus Nukman Kecam Pembantaian Sadis Di Dua Masjid Selandia Baru


gus nukman saat berkunjung ke malang


aremamediaonlone.com- Ketua Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia PDI Perjuangan Ir. H. Muchammad Nu'man, MBA mengecam keras tindakan tidak berperikemanusian terhadap warga muslim jamaah sholat Jum'at yang ada di Masjid Al Nur dan Lindwood Christchurch Selandia Baru. 

Menurut Gus Nukman Basori sapaan akrabnya, tindakan keji tersebut merupakan tindakan diluar nalar fikiran orang sehat,

Dimana seharusnya Manusia diciptakan Allah sebagai mahluk paling mulia di muka bumi yang diberikan akal dan fikiran, untuk bisa membedakan baik dan buruk. "Kekejaman yang di lakukan oleh pembantai jamaah sholat jumat di dua masjid tersebut adalah tidakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh manusia, dan hanya binatang buas yang tega membunuh mahluk disekelilingnya", Tegas Gus Nukman Basori.

Atas nama apapun dan dengan alasan apapun, perbuatan yang dilakukan oleh kelompok pelaku penyerangan jamaah ibadah sholat jumat di masjid al nur dan masjid lindwood Christshurch Selandia  Baru tersebut dinilai sangat keji. "Coba bayangkan bagaimana teganya menyerang orang yang lagi melakukan ibadah di masjid dengan keji, syetan dan iblis saja masih fikir fikir melakukan hal itu", jelas Caleg DPR RI No 7 dari PDI Perjuangan di dapil Malang raya ini sambil melanjutkan ceritanya, bahwa terdapat cerita seseorang yang bernama abdullloh bin ummi maktum, sahabat rosululloh yang buta matanya.

Dimana sesaat ketika abdulloh bin ummi maktum mendengarkan ceramah dari seorang yang alim yang mengatakan kepada jamaah: "wahai para hadirin bila kalian mendengarkan suara adzan maka bergegaslah kalian ke masjid untuk melakukan sholat berjamaah". Saat itu abdulloh bin ummi maktum langsung mengangkat tangannya dan bertanya kepada si penceramaah "apakah aku juga mempunyai kewajiban yang sama dengan para jamaah ini sedangkan aku tidak bisa melihat dunia ini karena mataku buta sejak lahir?".

Sang penceramah malah balik bertanya kepada abdulloh bin ummi maktum, "wahai abdulloh bin ummi maktum, apakah dengan buta matamu tersebut menjadikan suara adzan tidak terdengar di telinga mu?", saat itu abdulloh bin ummi maktum dengan lantang menjawabnya, "saya tetap mendengar suara adzan walau mata saya buta", maka sang penceramah melanjutkan nasehatnya, "karena kamu bisa mendengarkan suara adzan maka tidak ada alasan apapun bagi mu untuk menghindari kewajiban melakukan sholat berjamaah seperti yang diberlakukan kepada orang orang yang lainnya", nah sejak saat itulah maka abdulloh bin ummi maktum selalu melakukan sholat berjamaah di masjid, namun apa yang terjadi saat akan melakukan sholat Subuh berjamaah di masjid yang jaraknya agak jauh dari rumahnya, ternyata dia jatuh tersungkur ke tanah dan kepalanya bocor berdarah, namun hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus melanjutkan perjalanannya ke masjid untuk melakukan sholat subuh berjamaah.

Para jamaah pun merasa iba dan menganjurkan untuk sholat sendiri saja di rumahnya, tapi abdulloh bin ummi maktum tetap saja esoknya bergegas ke masjid saat mendengarkan suara adzan. Bersamaan ketika akan berangkat ke masjid, ada seorang anak kecil yang tiba tiba menuntunnya hingga ke halaman masjid.

Seperti biasanya, hari ke tiga dari abdulloh bin ummi maktum terjatuh tiap mendengarkan suara adzan dia bergegas untuk berangkat ke masjid sambil menunggu dihalaman rumahnya dengan harapan kembali masih ada anak kecil tersebut yang menjemputnya untuk menghantarkan ke masjid, sambil  terheran heran abdulloh bin ummi maktum bertanya kepada anak kecil tersebut apa yang memotivasi anak tersebut sehingga dia menuntun nya kehalaman masjid?, "wahai anak kecil kenapa kamu selalu menuntun aku sampai halaman masjid saja mengapa kamu tidak ikut sholat sekalian siapakah kamu ini agar aku bisa mendoakan kebaikanmu kepada Allah karena kamu telah menuntunku ke masjid sehingga aku tidak lagi terjatuh ditengah jalan?"

Saat itulah si anak kecil yang tadinya menuntun dengan lembutnya menjawab dengan suara lantang dan menggema sehingga abdulloh bin ummi maktum merasakan ada di dunia lain. "Wahai abdulloh bin ummi maktum masih ingatkah tiga hari yang lalu saat kamu terjatuh itu?", ia pun menjawab "ya aku ingatlah memangnya ada apa", kata abdulloh bin ummi maktum sambil merasakan ketakutan karena suara anak kecil tadi bergema tidak seperti suara umumnya manusia, 

"Itulah aku yang menjerumuskan kamu kata suara yang bergema tadi". 

Abdulloh bin ummi maktum kembali bertanya, "kamu siapa dan mengapa kamu selalu menuntunku sampai halaman masjid dan mengapa juga kamu mendorongku hingga aku terjatuh saat aku ingin melaksanakan sholat subuh berjamaah?"

Suara yang bergema tersebut menjawab,"Aku adalah Iblis tadinya aku ingin kamu tidak bergegas melaksanakan sholat berjamaah di masjid saat kamu mendengarkan suara adzan, namun kegigihanmu tetap melanjutkan sholat subuh berjamaah saat itulah yang menjadikan dosa dosamu terhapus separuhnya dan aku tidak ingin dosa dosamu terhapus semua makanya tiap hari aku berusaha menuntunmu agar kamu tidak jatuh kembali dengan begitu maka dosamu masih tetap tersisa separuhnya, karena janjiku adalah menggoda manusia agar selalu menambah dosa dosanya."

Menelaah dari cerita tersebut, Gus nukman menjelaskan bahwa iblis saja masih dapat berfikir sebelum mencelakakan orang yang mau melaksanakan ibadah sholat jum'at berjamaah. "Namun pembantaian penembakan terhadap jamaah sholat jum'at yang ada di masjid al Nur dan masjid Lindwood Christshurch Selandia  Baru tersebut lebih tepat disebut sebagai perbuatan para Jenderal iblis atau perbuatan para Suhu iblis yang lebih keji dan tidak berprikemanusiaan sama sekali" Kata Putra Pengasuh Pesantren Ilmu Alqur'an (PIQ) KH. Basori Alwi ini.

"Sudah saatnya kita jangan memberikan ruang gerak kepada kelompok radikal dan teroris dalam bentuk apapun di muka bumi ini,

Dan harus kita jaga NKRI ini dari masuknya faham faham radikalisme dan terorisme yang sangat mengganggu ketenangan hidup berbangsa dan bernegara sesuai dengan Falsafah hidup bernegara yaitu Pancasila", Kata Gus Nukman. (vit/dk/ameg)


Viewer 218

Similar Post You May Like