MARI PUTUS MATA RANTAI PENYEBARAN COVID-19. GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH - CUCI TANGAN DENGAN SABUN - DIRUMAH SAJA JIKA TIDAK ADA KEPERLUAN

Kesehatan

Kesehatan -10- 30 08:36

IDI Malang Raya Mendukung Keberlangsungan Program JKN KIS


idi malang raya dukung program jkn kis


ameg.id- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malang Raya menggelar kegiatan Seminar Loka Karya dengan tema Regulasi dan Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional antara Harapan dan Kenyataan yang berlangsung di Kota Malang, Minggu (27/10).

Seminar yang dibuka oleh Ketua IDI Cabang Malang Raya, Enny Sekar Rengganingati, ini diikuti oleh dokter praktek perorangan baik yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan maupun belum, rumah sakit dan para tenaga medis dengan dari berbagai latar belakang.

Hadir dalam acara tersebut sebagai pembicara Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Walikota Malang Sutiaji dan Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Bupati Malang yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dr. Ratih Maharani, Ketua Umum PB IDI Pusat dr. Daeng M. Faqih, serta perwakilan dokter praktek perorangan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dr. Arry Budiarti.

“Kami mengharapkan dalam semiloka ini mendapat informasi dari para Kepala Daerah dan Direktur Utama BPJS Kesehatan dalam pelaksanaan JKN agar kedepannya IDI bisa memberi usulan-usulan untuk keberlangsungan Program JKN ini,” ungkap Enny ketika membuka acara.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengungkapkan, peran IDI sebagai organisasi profesi dan asosiasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam penyelenggaraan Program JKN ini sangat strategis. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan dan Keputusan Menteri Kesehatan, antara lain memberikan usulan dan pertimbangan klinik, sebagai anggota tim kendali mutu dan kendali biaya, memberikan masukan dan pertimbangan kepada Menteri Kesehatan tentang besaran pembayaran pelayanan kesehatan kepada fasilitas kesehatan, memberikan masukan dalam pelaksanaan seleksi dan kredensialing fasilitas kesehatan.

Fachmi berharap IDI untuk terus berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan dan stakeholder lain dalam mendukung implementasi dan susteinabilitas program JKN KIS serta mendorong FKTP terutama Dokter Praktek Perorangan untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas layanan sehingga dapat berperan sebagai gate keeper secara optimal.

"Dengan peran IDI yang strategis ini kami harapkan dukungan IDI untuk meningkatkan kualitas pelayanan dokter kepada peserta JKN KIS,’’ tutup Fachmi.

Walikota Malang Sutiaji yang turut memberikan sambutan menyampaikan bahwa kesehatan merupakan hajat hidup masyarakat, oleh karena itu pemerintah turut andil dalam menjamin kesehatan penduduknya. Pemerintah Kota Malang berkomitmen menjalankan program Universal Health Coverage (UHC) pada 2020 mendatang. Tujuannya agar semua masyarakat Kota Malang bisa tercover BPJS Kesehatan. "Karena ini merupakan kewajiban pemerintah daerah untuk bertanggung jawab terhadap jaminan kesehatan penduduk,” kata Sutiaji.

Sutiaji menjelaskan permasalahan kesehatan adalah hal vital yang kini menjadi konsentrasi pemerintah Kota Malang. Sutiaji juga menekankan, upaya membangun pola hidup sehat harus ditingkatkan oleh masyarakat agar mencegah terjadinya penyakit, harapan pemerintah masyarakat sehat dan BPJS Kesehatan dapat terus berlangsung. (ar/ep/jnr/ameg)


Viewer 265

Similar Post You May Like