Selamat Datang Di Aremamediaonline berita Cepat, Tanggap dan Akurat

Hukum & Politik

Hukum & Politik -05- 09 13:23

Kembali Jalani Persidangan, Satgas Antimafia Bola Bongkar Kasus Joko Driyono


istimewa


ameg.id- Dilansir dari malangpostonline.com, Mantan Ketua Umum PSSI Joko Driyono akan kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (9/5). Dalam sidang itu akan dihadirkan saksi dari penyidik yaitu dari tim Satgas Antimafia Bola. Tak hanya itu, rencananya ada empat saksi atas kasus penghancuran barang bukti dugaan pengaturan skor.

Hal ini diungkapkan Jaksa Penuntut Umum, Sigit Hendradi. Menurutnya, dalam persidangan itu dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. “Iya, pemeriksaan saksi dari Satgas Antimafia Bola,” ungkap Sigit.

Saat dimintai keterangan lebih lanjut, Sigit enggan memastikan akan ada berapa penyidik Satgas yang hadir. Sejauh ini, pihaknya memanggil empat orang, tapi belum ada kepastian berapa penyidik yang bisa dihadirkan. “Rencana, sih, empat saksi. Tapi belum tahu yang hadir berapa,” imbuhnya.

Pasal Pencurian

Pada sidang sebelumnya Jokdri didakwa dengan pasal pencurian dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Jokdri dengan Pasal 363, Pasal 235 dan Pasal 221 KUHP, dalam kasus menerobos garis polisi, mengambil barang bukti dan perusakan barang bukti. “Pasalnya 363, ada juga 235, terakhir 221 KUHP semuanya. Tiga pasal, ancaman hukuman tertingginya 7 tahun,” ujar JPU Sigit, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/5).

Jokdri diduga menyuruh Muhammad Mardani alias Dani, masuk ke ruangan yang telah terpasang garis polisi dan mengambil DVR server CCTV, notebook serta dokumen, di Ruangan Kantor PT Liga Indonesia, Gedung Rasuna Office Park (ROP) DO-07, Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, awal Februari 2019.

“Walaupun barangnya milik sendiri, tetapi dalam penguasaan Mafia Sepak Bola. Barang itu sudah dipasang police line oleh Satgas Mafia Bola, jadi seharusnya itu tidak boleh diambil, maupun dirusak apalagi diganti, termasuk CCTV diganti,” ungkap Sigit.

Menyoal apakah JPU akan menuntut Jokdri sesuai dengan surat dakwaan, Sigit belum bisa memastikannya. “Tuntutan belum tahu, nanti kita lihat fakta-fakta di persidangan dulu,” kata Sigit.

 Minta Pembuktian

Dalam sidang itu, Jokdri menerima semua dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Saudara sudah mendengarkan dakwaan yang dibacakan penuntut umum, apakah mengerti isi dan maksud dari dakwaan. Apakah ada keberatan atau diserahkan kepada tim pensehat hukum,” tanya Ketua Majelis Hakim, Kartim Harruddin.

Kemudian Jokdri meminta tim kuasa hukumnya untuk memberikan jawaban atas pertanyaan dari majelis hakim. “Kami minta langsung pembuktian saja,” kata Ketua Tim Penasehat Hukum Jokdri, Abdanial Malakan.

Mendengar hal tersebut majelis hakim lantas menutup persidangan dan meminta JPU menghadirkan terdakwa, saksi dan barang bukti pada sidang berikutnya. (mp/ameg) 

Terus simak berita-berita terupdate hanya di malangpostonline.com dan jangan lupa download aplikasi ameg.id di playstore


Viewer 22

Similar Post You May Like