Selamat Datang Di Aremamediaonline berita Cepat, Tanggap dan Akurat

Arema

Arema -04- 14 11:07

Konvoi Arema Juara Hanya Diikuti Beberapa Aremania


istimewa


aremamediaonline.com- Perayaan gelar juara Piala Presiden 2019 yang diraih Arema terasa kurang meriah. Sehari setelah final kedua dan penyerahan trofi juara di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (13/4/2019), hanya segelintir Aremania yang melakukan konvoi.

Konvoi itu pun tidak terkoordinasi secara rapi. Mereka terpecah-pecah berkeliling jalanan Kota Malang. Konvoi itu berpusat di Stasiun Kota Malang.

"Ini memang bukan konvoi resmi. Aremania hanya ingin melanjutkan perayaan setelah gelar juara Piala Presiden diraih 2019 semalam. Memang terpecah-pecah, tapi semua berkumpul di stasiun," kata Achmad Ghozali, Aremania Korwil Klayatan.

Mayoritas hanya Aremania dari Kota Malang saja yang melakukan pawai. Sementara di daerah lainnya, seperti Kabupaten dan Kota Malang, jarang yang terlihat.

"Kami menunggu konvoi resmi bersama manajemen dan tim Arema. Ada kabar pawai akan dilakukan dengan tim lengkap setelah Pilpres 2019. Besok sudah masa tenang," lanjut Achmad Ghozali.

Pihak kepolisian juga memberikan toleransi kepada Aremania yang melanjutkan perayaan juara Piala Presiden seharian ini. Tetapi untuk besok, dipastikan sudah tidak ada keramaian yang dilakukan fans Singo Edan.

Kabar adanya pawai akbar juara Piala Presiden 2019 beredar luas di media sosial sejak Jumat malam (12/4/2019). Tetapi, tidak jelas pihak mana yang jadi koordinator.

Yang jelas, pengumuman itu disebar tanpa menyebutkan waktu dan jam. Sejumlah Aremania sempat kecewa karena konvoi itu tidak melibatkan pemain seperti biasanya.

"Saya dapat kabar jam 10.00 mulai konvoi dengan rute yang sudah disebutkan dari Balai Kota Malang. Tapi, ternyata tidak ada pemain. Namun, saya tetap membaur dengan Aremania lain karena ada hiburan musik di depan statiun," jelas Ardi Fitrian, salah seorang Aremania yang mengikuti konvoi pada Sabtu hari ini.

Sejak jam 10.00 WIB Aremania berkeliaran di jalanan Kota Malang. Namun, mereka terpecah-pecah. Ada yang start dari kantor Arema, ada juga di Balai Kota dan tempat lainnya. Tetapi, muaranya hingga petang tadi terjadi di depan stasiun Kota Malang. (*/jnr/ameg) 


Viewer 148

Similar Post You May Like