Sayembara lagu arema berhadiah menarik bagi pemenang, ayo kirimkan jawabanmu dengan sms ke : 0818383911, Pemenang akan diumumkan tanggal 31 Agustus 2019. Link video ada di berita ya !

Kota Batu

Kota Batu -10- 21 06:12

Kota Batu Diterjang Angin Kencang Terparah, Satu Orang Meninggal dan 1.216 Orang Mengungsi


istimewa


ameg.id- Dari malangpostonline.com, Angin kencang memporak-porandakan tiga desa di wilayah utara Kota Batu, yakni Sumberbrantas, Gunugsari dan Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu, Sabtu (19/10) dan Minggu (20/10). Bencana angin kencang yang dinilai terparah ini menyebabkan satu orang meninggal dan 1.216 orang mengungsi. Setidaknya berdasarkan laporan yang diperoleh Malangpostonline.com hingga Minggu (20/10) malam ini.

Selain itu, angin yang berhembus kencang disertai debu juga mengakibatkan puluhan rumah rusak, beberapa diantaranya rusak berat. Angin menumbangkan delapon dan sebagain menutup jalan raya Batu-Mojokerto lewat Cangar ini. Warung-warung semi permanen sepanjang Jalan Raya Cangar/Sumberbrantas juga porak poranda, papan reklame juga tumbang. Sedangkan alat komunikasi putus, listrik padam dan saluran air bersih juga rusak.

Data dari BPBD Kota Batu, korban meninggal satu orang. Dia adalah Sodiq, warga Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Dia meninggal setelah tertimpa pohon dalam bencana alam di sektor utara Kota Batu tersebut. ‘’Kami terus berupaya mengevakuasi warga agar mengungsi ke tempat aman,’’ ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim kepada Malangpostonline.com.

Diperoleh keterangan, angin berhembus kencang pada Sabtu malam. BPBD dan petugas gabungan juga langsung meluncur ke lokasi malam itu juga. Hanya saja, mereka belum bisa melakukan penanganan malam itu karena suasana gelap ditambah angin yang masih berhembus kencang. Petugas gabungan kemudian melakukan evakuasi pohon dan kerusakan lainnya, siang kemarin.

Menurutnya, angin juga sesekali berhembus kencang siang kemarin. Kondisi itu menjadikan suasana lebih gelap dan pandangan sangat terbatas karena angin membawa debu. Sore dan tadi malam, angin terus berhembus kencang sehingga petugas memutuskan untuk evakuasi warga Sumberbrantas.

Ada beberapa titik tempat pengungsian warga Sumberbrantas. Titik-titik itu mulai Posko BPBD di Jalan Raya Punten, Balai Desa Punten, Balai Desa Tulungrejo hingga Rumah Dinas Wali Kota Batu di Jalan Panglima Sudirman. Evakuasi dilakukan secara bertahap menggunakan ambulan hingga kendaraan BPBD, Tagana dan TNI/Polri. Hingga semalam pukul 20.18, pengungsi berjumlah 1216 orang.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko ikut mendatangi pengungsi yang berada di Posko BPBD. Dia kemudian meminta, beberapa pengungsi dialihkan ke Rumah Dinas Wali Kota di Jalan Panglima Sudirman. ‘’Kasihan anak-anak, ibu dan para lansia. Jadi mereka yang mengungsi di Rumah Dinas agar kesehatan lebih terjamin. Kalau menetap di Posko, tenda kurang, begitu juga dengan tempat tidur dan toilet. Kalau di rumah Dinas lebih terjamin untuk anak-anak dan lansia,’’ terang Dewanti Rumpoko kepada Malangpostonline.com.

Dia juga menerangkan, angin kencang yang berhembus di Sumberbrantas tersebut adalah musiman. Angin ini biasa berhembus setelah enam bulan sekali, memasuki pancaroba dari kemarau menuju musim penghujan. Namun angin kencang kali ini terparah karena membawa debu dan merusakkan berbagai fasilitas.

Pihaknya juga meminta akses jalan dari Kota Batu menuju Mojokerto lewat Cangar dan sebaliknya terputus. Makanya, Pemkot Batu koordinasi dengan Polres Batu untuk melakukan komunikasi dengan Polres Mojokerto soal penutupan jalan demi menjaga keselamatan pengendara.

“Kondisi Jalan Raya Sumberbrantas cukup membahayakan untuk dilewati kendaraan karena banyaknya material pohon tumbang. Angin juga berhembus kencang setiap saat. Pak Kapolres juga sudah komunikasi dengan Polres Mojokerto, begitu juga Sekda Kota Batu sudah menjalin komunikasi dengan Sekda Mojokerto,’’ terangnya.

Sementara itu Emilia, pemilik warung kuliner di Desa Sumberbrantas mengaku batal membuka warungnya akibat angin kencang. Kue dan dagangan yang harusnya dijual rusak diterjang angin dan terkena debu. Begitu juga warungnya mengalami rusak parak. Dua anaknya harus mengungsi untuk sementara waktu.

“Sekarang saya kosentrasi bersih-bersih rumah, semua pada kena debu. Saya tidak jualan hari ini karena kue rusak. Peralatan dapur dan meja pada terkena debu, dan sebagian rusak,” kata Emilia.

Menurutnya, kejadian itu terjadi pada pukul 21.00 WIB sampai menjelang subuh. Saat itu listrik padam langsung padam. Malam itu, Emilia tidak berani keluar karena takut dan memilih menyelamatkan diri bersama anak-anaknya.

Karena banyaknya pengungsi, mereka membutuhkan aneka kebutuhan. Kebutuhan utama adalah makanan. Sedangkan anak-anak dan lansia juga membutuhkan aneka kebutuhan. Sebut saja obat-obatan untuk anak seperti minyak telon dibutuhkan selama pengungsian. Begitu juga dengan diapers dan kebutuhan lain. Petugas gabungan juga melakukan evakuasi beberapa warga ke RS Karsa Husada dan RS Baptis dalam kejadian bencana ini.

‘’Ada warga yang memang sudah sakit. Ada juga yang sesak nafas karena menghirup debu terlalu banyak dalam kejadian ini sehingga mereka memerlukan perawatan lebih intensif di RS,’’ terang salah satu petugas.

Dari pantauan Malang Post, petugas medis juga siaga di tempat pengungsian, khususnya rumah dinas Wali Kota. Setiap warga Sumberbrantas yang masuk mendapatkan perawatan. Apalagi jika mereka memiliki keluhan tentang kesehatan di pengungsian.

Kejadian itu juga mengundang simpati berbagai pihak. Misalnya beberapa hotel di Kota Batu langsung mengirim selimut dan matras ke lokasi pengungsian kemarin. Fasilitas itu langsung dikirim hotel-hotel ke lokasi pengungsian, salah satunya Rumah Dinas Wali Kota. (mp/ameg)


Viewer 55

Similar Post You May Like