Sayembara lagu arema berhadiah menarik bagi pemenang, ayo kirimkan jawabanmu dengan sms ke : 0818383911, Pemenang akan diumumkan tanggal 31 Agustus 2019. Link video ada di berita ya !

Pendidikan

Pendidikan -08- 08 10:37

Mahasiswa KKN 31 UMM Latih Warga Desa Kedung Banteng Olah Selai Kelapa


istimewa


ameg.id- Dari malangpostonline.com, Satu gebrakan inovatif dilakukan oleh mahasiswa KKN Kelompok 31 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka yang ditugaskan mengabdi di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, menggelar workshop bagi warga setempat. Acara yang dilaksanakan Hari Sabtu (?) di Balai Desa Kedung Banteng ini, bertujuan untuk melatih warga cara membuat selai kelapa. 

Koordinator Divisi Ekonomi Dan Kewirausahaan KKN 31, Melly Amanda, mengatakan, potensi kelapa di Desa Sumber Banteng sangat melimpah. Masyarakat di desa setempat yang mata pencahariannya mayoritas petani, hanya bisa menjual hasil panen dari kelapa-kelapa yang mereka tanam. 

"Potensi kelapa di desa Kedung Banteng ini sangat melimpah, karena termasuk daerah yang sangat dekat dengan pesisir pantai. Kami berpikir dengan potensi tersebut harus ada upaya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya kepada Malangpostonline.com.

Dengan dasar tersebut, mahasiswa KKN 31 UMM berinisiatif memberikan pelatihan kepada warga, agar bisa memanfaatkan buah kelapa dengan cara yang berbeda selain hanya dengan dijual dan dibuat santan. Dan masyarakat setempat masih banyak yang belum tau mengenai selai kelapa.

Sebagai pemateri dalam workshop tersebut, mahasiswa mengundang Rista Anggriani, selaku dosen jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah Malang. 

Di dalam workshop, warga masyarakat diterangkan proses atau tahapan membuat selai dengan baik. Pemateri juga memotivasi agar warga bisa terus mengembangkan usaha dengan memproduksi selai kelapa. "Harapannya masyarakat bisa melakukan produksi massal. Agar nantinya dapat dipasarkan secara meluas," ujarnya. 

Menurut Melly, membuat selai kelapa bukan sesuatu yang sulit. Bahannya mudah didapat, apalagi oleh warga Desa Kedung Banteng. Termasuk peralatan dan bahan-bahan lain yang digunakan juga sederhana. Hanya membutuhkan santan, gula, telur, vanili, daun pandan dan kelapa parut. "Daya simpan selai juga cukup lama jika menggunakan packaging yg tepat," imbuhnya. 

Ia mengungkapkan, masyarakat sangat antusias dan merespon baik adanya workshop tersebut. Selama ini mereka mengaku hanya mengetahui selai hanya terbuat dari nanas atau pepaya. Sehingga warga dibuat cukup  penasaran terhadap selai kelapa yang akan dibuat. 

Dalam workshop warga juga diajarkan cara pengemasan selai. Meskipun tidak sampai pada tahap pelatihan mengemas, tapi cukup membuat warga mengerti manfaat dari kemasan yang baik. 

Adapun tahap pemasarannya menjadi rencana jangka panjang para mahasiswa KKN 31. Bahkan jika minat warga sangat tinggi untuk memproduksi selai secara massal, mahasiswa akan melakukan pendampingan hingga tahap pemasarannya. Baik secara konvensional maupun secara online sistem e-commerce. "Itu plan jangka panjang progran kami untuk tahap pemasaran. Jika mendapat respon yang lebih baik kita akan melakukan pemasaran online dengan sistem e-commerce," terang mahasiswi Jurusan Ilmu Dan Teknologi Pangan ini. 

Dan sehari sebelumnya, yaitu pada Hari Jumat (2/8), para mahasiswa membuat acara seminar mengenai pengembangan bisnis di era digital. Dan program tersebut sangat menarik dan bermanfaat bagi warga, untuk perkembangan usaha mereka di masa yang akan datang. (mp/ameg)


Viewer 90

Similar Post You May Like