Selamat Datang Di Aremamediaonline berita Cepat, Tanggap dan Akurat

Kota Malang

Kota Malang -02- 04 23:30

Napi Kasus Pencabulan Ditemukan Tewas Gantung Diri


Napi ditemukan tewas gantung diri


AREMAMEDIAONLINE.COM-Lapas Klas I Lowokwaru, Kota Malang seketika mendadak gempar lantaran salah satu warga binaannya ditemukan tewas gantung diri pada Senin sore (4/2). 

Napi yang nekat mengakhiri hidupnya diketahui bernama Abdul Mutollep (29), warga Dusun Nampu, Desa Pedagangan Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo.

Mutollep ditemukan tewas di kamar sel yang dia huni seorang diri. Dia gantung diri menggunakan sobekan kain selimut. Menurut keterangan yang diberikan Kepala Pengamanan Lapas Lowokwaru, Giono mengatakan jika Mutollep sering berbuat onar selama menjalani masa pembinaan.

Diduga, pria berusia 29 tahun mengalami depresi. Warga Probolinggo itu ditemukan tewas oleh rekan satu bloknya saat jam makan siang. Rekannya menaruh curiga karena makan siang yang diantarkan ke sel Mutollep tidak segera diambil.

"Akhirnya rekan satu bloknya itu melihat ke dalam dan ditemukan telah tewas gantung diri. Akhirnya pihak lapas berkoordinasi dengan pihak Polsek Blimbing. Tim Polsek Blimbing  juga sudah melakukan TKP," terang Giono.

Tanda-tanda jika Mutollep mengalami depesi telah dideteksi oleh pihak lapas. Giono mengatakan awalnya pria itu ditempatkan di blok 16. Namun karena dilanda stres akhirnya Mutollep dipindahkan ke blok 12 kamar 16 yang baru seminggu ia tempati.

"Makanya dipindahkan ke blok itu seorang diri karena napi-napi lainnya enggan menemani," lanjut Giono.

Dari informasi yang diperoleh, Mutollep mendekam di Lapas Lowokwaru atas tindakan pencabulan anak di bawah umur. Ia dipindahkan dari Lapas Klas II B Blitar ke Lapas Lowokwaru sejak 20 Juni 2017.

"Oleh Pengadilan Blitar, almarhum divonis dengan masa hukuman tujuh tahun penjara," ungkap Giono.

Sementara itu dokter Lapas Lowokwaru, dr. Adib mengungkapkan peristiwa ini murni bunuh diri. Hal ini dilihat dari bekas jeretan dari leher korban dan mengeluarkan cairan sperma. Sebelumnya, Mutollep sempat dirawat di klinik lapas selama 10 hari karena didiagnosa mengalami rasa cemas. 

"Dia mengalami sulit tidur waktu itu serta dirundung perasaan mudah gelisah. Begitu stabil, dia dikembalikan ke blok," pungkas Adib. (dk/ameg)


Viewer 135

Similar Post You May Like