Selamat Datang Di Aremamediaonline berita Cepat, Tanggap dan Akurat

Arema

Arema -03- 16 09:13

Optimis Lolos, PSIS Jadi Penentu Arema FC


istimewa


aremamediaonline.com- Penggawa Arema FC masih harus bersabar menunggu kepastian untuk lolos ke babak delapan besar Piala Presiden 2019. Meski secara matematis nyaris dipastikan lolos, namun tim Singo Edan harus menantikan sampai tuntasnya laga penyisihan di grup C, Sabtu (16/3) hari ini. Yang mempertandingkan Persipura vs Kalteng Putra dan PSIS Semarang vs PSM Makassar.

Arema masih berpeluang tersingkir, bila Kalteng Putra kalah dari Persipura dan PSIS menang atas PSM dengan skor telak margin tujuh gol, yakni 7-0, 8-1 dan seterusnya. Akan tetapi, bila Kalteng Putra bisa mengejutkan Persipura dan menang dengan selisih dua gol, Arema tidak perlu menunggu sampai malam hari menantikan laga Laskar Mahesa Jenar.

Sebab, ketika Kalteng Putra menang dengan skor tersebut, maka PSIS kalah head to head, baik dari Kalteng maupun Persipura.

Otomatis, yang menjadi juara grup adalah Kalteng, sedangkan Persipura di peringkat kedua dan PSIS berada di posisi ketiga sekalipun menang besar atas PSM.

"Walaupun hampir 99 persen kami lolos, tetapi masih ada kemungkinan juga kami tersingkir. Kita tidak tahu bila kuasa Tuhan membantu tim dari Grup C untuk meloloskan juara dan runner-up grup," ujar General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Ia mengatakan, timnya tetap optimis. Akan tetapi, harus lebih bersabar menanti, demi tiket lolos ke babak perempat final.

Saat ini, tiket lolos dari tiga runner-up, dua di antaranya sudah disegel oleh Madura United dan PS Tira Persikabo. Jumat (15/3) kemarin, Laskar Sape Kerabat memastikan finish di peringkat dua grup D, setelah Persija juga menang dan membawa Macan Kemayoran menjadi juara grup.

Sedangkan Madura United langsung menggenggam tiket delapan besar karena mendapatkan poin tertinggi dan agregat di atas PS Tira Persikabo untuk perebutan posisi runner-up terbaik. Kepastian Madura United, menyingkirkan Bali United yang secara peringkat di bawah Arema, yang kini berada di peringkat tiga.

Arema hanya bisa tersingkir oleh PSIS Semarang. Dua tim lain di grup tersebut yang masih berpotensi lolos, yakni Persipura dan Kalteng Putra, hanya bisa melaju bila menjadi juara grup.

"Sepertinya susah untuk bisa menang dengan selisih tujuh gol. Sehingga, kami optimis," terang Ruddy.

Sementara, Ruddy mengakui, Arema wajib lolos untuk menjaga meriahnya turnamen Piala Presiden 2019. Sebab, tim Singo Edan merupakan salah satu tim yang memiliki daya tarik. Apalagi, dengan lolosnya Persebaya dan Persija, babak delapan besar pun dipastikan banyak yang menanti.

"Setelah Persib gagal lolos, pasti banyak yang berharap Arema lolos. Lanjutan Piala Presiden kurang menarik bila kami gagal juga," paparnya.

Pernyataan tersebut senada dengan yang dilontarkan oleh Pelatih Milomir Seslija. Dia berharap timnya bisa lolos, sekalipun harus berharap pada kuasa Tuhan.

"Kami hanya bisa berdoa setelah menyelesaikan pertandingan yang luar biasa melawan Persita. Semoga Tuhan membantu tim kami. Piala Presiden ini tidak menarik tanpa Arema," sebut Milo, sapaan akrabnya.

Dia pun bersabar, karena ternyata Arema harus menunggu sampai pertandingan akhir seluruh babak penyisihan. Tetapi dia cukup lega, ketika Bhayangkara FC menang atas Bali United.

Langkah Arema di delapan besar, hanya menunggu waktu. Semua penggawa Arema butuh bersabar saja. "Kami sudah merasa di delapan besar. 101 persen yakin," ucap pria asal Bosnia.

Ia meyakini sangat sulit untuk tim PSIS bisa menang dengan skor 7-0 atau unggul dengan margin tujuh gol. "Impossible," tegas dia. (mp/jnr/ameg)


Viewer 132

Similar Post You May Like