Sayembara lagu arema berhadiah menarik bagi pemenang, ayo kirimkan jawabanmu dengan sms ke : 0818383911, Pemenang akan diumumkan tanggal 31 Agustus 2019. Link video ada di berita ya !

Pendidikan

Pendidikan -08- 09 00:01

Penutupan Program Critical Language Scholarship (CLS) Universitas Negeri Malang


penutupan program cls yang digelar di universitas negeri malang


ameg.id- Salah satu program yang ada di Universitas Negeri Malang yaitu program  CLS (Critical Language Scholarship) yang digelar pada hari Kamis tanggal 8 Agustus 2019, bertempat di Kampus Universitas Negeri Malang berlangsung dengan sangat meriah dan dihadiri oleh beberapa mahasiswa asing dan pihak dari UM. 

Malam ini pada tanggal 8 Agustus 2019 telah berakhir sudah program CLS yang sudah berlangsung selama 2 bulan ini, penutupan program CLS ini dihadiri oleh Mahasiswa Asing dan juga pihak pengajar di Universitas Negeri Malang dan juga orang tua asuh yang selama ini sudah memperkenalkan kehidupan masyarakat indonesia yang khususnya berada di Kota Malang. Seluruh pihak Fakultas Sastra mengucapkan terimakasih kepada seluruh Masyarakat yang terlibat dalam program ini dan juga Mahasiswa Asing 

Jennifer dan Mouses selaku mahasiswa asing yang mengikuti program CLS selama 2 bulan ini mengatakan, "bahwa kesulitan utamanya yaitu menggunakan bahasa indonesia selama hampir 10 jam membuat lelah, tetapi selain itu tidak ada lagi, karena kami tinggal dengan keluarga yang ada di Malang jadi setiap bangun hingga tidur selalu menggunakkan bahasa indonesia dan saat di Kampus dilarang menggunakan bahasa Indonesia" ungkapnya.

Lalu mereka menambahkan, "kami sangat suka dengan budaya Indonesia menurut kami lebih sopan dan lebih ramah daripada budaya yang ada di Amerika" imbuhnya.

Dr. Gatut Susanto, M.Pd, selaku Direktur BIPA UM mengatakan, "Alhamdulilah program CLS (Critical Language Scholarship) ini memiliki makna yaitu bahasa-bahasa yang dianggap penting dan program ini di sponsori oleh Departemen Amerika dan dari salah satu organisasi asal Amerika yang berpusat di Washington D.C, yang sudah bekerjasama selama 10 tahun sejak tahun 2010, programnya pun berlangsung selama 2 Bulan" ungkapnya.

Ada banyak pelajaran yang diberikan dalam program CLS ini antara lain, pelajaran perbahasa secara intensif yang berlangsung selama 5 jam dimulai hari Senin hingga Jumat selama 8 Minggu, lalu pada hari Sabtu dan Minggu mereka dijak menemui berbagai macam kerajinan contohnya  Kerajinan Topeng untuk di wawancara dan praktek untuk mengenal berbagai macam kerajinan itu dilakukan supaya mereka dapat menggunakan berbagai macam bahasa dengan konteks berbeda-beda

Ia menambahkan, "bahwa di fakultas sastra Universitas Negeri Malang juga disediakan tutor, jadi setiap mahasiswa didampingi oleh 2 mahasiswa asal Indonesia yang akan membantu mereka dan mengajak mereka untuk berbahasa Indonesia, sekaligus memfasilitasi mereka untuk jalan-jalan ke Kota lalu fasilitas yang lainnya mereka wajib tinggal di keluarga Indonesia untuk merasakan sendiri bagaimana menjadi keluarga yang berada di Indonesia ini" imbuhnya.

Sangat sulit untuk mencari keluarga asuh bagi para mahasiswa asing ini tetapi dengan tekad yang penuh pihak Universitas Negeri Malang mendapatkan keluarga asuh, kebanyakan dari mereka tinggal di keluarga menengah, tetapi mereka semua tinggal di sekitaran kampus Universitas Negeri Malang, dan harus ditempuh dengan berjalan dengan waktu hingga 25 menit. Karena salah satu larangan mereka selama di Malang tidak boleh menggunakkan kendaraan bermotor.

Kesulitan utamanya adalah bagaimana cara pihak UM menyesuaikan kebutuhan bahasa mereka jadi kalau berbicara tentang teoritis yang bisa digunakkan sesuai dengan fungsi. (dod/jnr/ameg)


Viewer 125

Similar Post You May Like