Sayembara lagu arema berhadiah menarik bagi pemenang, ayo kirimkan jawabanmu dengan sms ke : 0818383911, Pemenang akan diumumkan tanggal 31 Agustus 2019. Link video ada di berita ya !

Pendidikan

Pendidikan -08- 07 11:48

SMAIS Kuatkan Pembelajaran 4C Dalam Manasik Haji


istimewa


ameg.id- Dari malangpostonline.com, Siswa-siswi SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School terlihat khusuk saat melaksanakan lempar jumrah. Tiga tugu kecil terbuat dari seng, masing-masing bertuliskan jumrah ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah, dilempari siswa dengan batu sembari mengucapkan kalimat zikir. 

Salah satu siswa, Amasya, menjelaskan kepada 'jamaah'nya, bahwa jumrah merupakan ibadah yang bernilai sejarah yang menerangkan Nabi Ibrahim serta istrinya Siti Hajar dan Putranya Nabi Ismail, saat mengalami pergolakan batin. Keimanan mereka diuji dengan godaan setan agar lalai dari perintah Allah. 

"Jumrah yang kita lakukan ini menggambarkan perjuangan Nabi Ibrahim dan keluarganya yang tetap kokoh berada di jalan takwa, tetap patuh pada perintah Allah dengan mengusir setan-setan yang menggoda iman mereka," ucap Masya kepada teman-temannya, sesaat setelah melaksanakan jumrah ula, wustho dan aqabah. 

Kegiatan melempar jumrah ini merupakan salah satu dari kegiatan manasik haji, yang pada Hari Rabu (?), dilaksanakan oleh guru dan siswa siswi SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School. Kegiatan tersebut bertujuan untuk semakin memperkuat pengetahuan siswa terhadap rukun Islam yang kelima ini.

Selagi para jamaah haji SMAIS khusuk dalam ibadahnya, beberapa siswa terlihat memperhatikan dan mengamati pelaksanaan manasik. Para siswa ini melakukan penilaian terhadap masing-masing kelompok kelas. 

Setiap kelas ada dua siswa yang bertugas menilai kelas yang lain. Mereka menilai sejauh mana tingkat kebenaran dan ketepatan tata cara ibadah haji yang dilaksanakan oleh kelas yang dinilainya. Mulai dari sunnah, rukun hingga wajib haji, sesuai yang diajarkan guru di kelas.

Kepala SMA Islam Malang, Luqman, M.Pd menjelaskan, manasik haji yang dilaksanakan setiap tahun oleh guru dan siswa, harus menjadi kegiatan yang lebih bermakna. Tidak sekedar kegiatan rutin yang tanpa ada unsur pendidikan yang lebih mendalam. 

Maka dari itu, manasik haji di SMAIS harus tetap bernilai inovasi untuk mendongkrak keterampilan berpikir siswa di abad 21. "Salah satunya dengan cara memberikan tugas pada siswa untuk menilai teman-temannya. Karena disitu ada proses berpikir untuk menentukan kesalahan atau ketepatan dari apa yang mereka amati," ucap Luqman. 

Menurutnya, dalam proses penilaian siswa akan menemukan sesuatu yang berbeda. Misalnya, antara ajaran yang ditetapkan oleh Sunnah Nabi, dengan tata cara yang diajarkan Ulama yang dituangkan dalam buku panduan manasik. "Disitu siswa menemukan perbedaan antara hadits yang mengajarkan minum air zamzam dengan berdiri, atau panduan ulama minum sambil duduk, mereka akan berpikir," ungkapnya. 

Usai kegiatan manasik, siswa yang bertugas menilai selanjutnya akan mempresentasikan hasil penilaiannya.  Mereka akan memaparkan kekurangan atau kesalahan yang telah dilakukan kelompok yang dinilainya. Sehingga menjadi bahan evaluasi bagi para siswa serta memperdalam pengetahuan mereka tentang manasik haji. 

Konsep siswa menilai tersebut merupakan satu strategi yang diterapkan SMAIS untuk mengimplementasikan rumusan Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative (4C). Semua tahapan yang dilakukan sejak awal hingga akhir manasik membutuhkan unsur-unsur tersebut. Termasuk saat siswa presentasi hasil penilaian. "Dibutuhkan kreatifitas, kecermatan dan komunikasi yang baik, semuanya kita balut untuk mengembangkan keterampilan berpikir abad 21," tuturnya. (mp/ameg)


Viewer 140

Similar Post You May Like