Sayembara lagu arema berhadiah menarik bagi pemenang, ayo kirimkan jawabanmu dengan sms ke : 0818383911, Pemenang akan diumumkan tanggal 31 Agustus 2019. Link video ada di berita ya !

Kabupaten Malang

Kabupaten Malang -01- 04 00:21

Terdakwa Ali Murtopo Beberkan Kiprah Iwan Kurniawan Dalam Persidangan


istimewa


AREMAMEDIAONLINE.COM- Kasus korupsi yang menyeret mantan Bupati Malang Rendra Kresna memasuki babak baru yang semakin seru. Proses hukum bakal memanas dan menegangkan karena adanya fakta baru yang terkadang diluar prediksi publik 

Kali ini dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (3/1/2019), Ali Murtopo, terdakwa kasus suap yang menjerat Bupati Malang, non aktif, Rendra Kresna membeberkan fakta kasus yang menghebohkan Kabupaten Malang tersebut.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Joko Hermawan menyebut, dugaan tindak pidana ini dimulai dari tahun 2009.

Saat itu, Rendra yang mencalonkan diri sebagai Bupati Malang, meminta dukungan dana kampanye pada para pengusaha besar di Malang Raya, yang tergabung dalam tim sukses. 

"Terdakwa yang juga tim sukses, mendapatkan penjelasan dari bupati, bahwa pembayaran uang pinjaman untuk kampanyenya, akan dikembalikan melalui proyek yang akan diatur nantinya," terangnya.

Dalam dakwaan disebutkan, terdakwa bersama dengan para pengusaha yang tergabung dalam tim sukses, lantas melakukan pertemuan. 

Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat menyumbangkan dana dengan jumlah yang bervariasi. Setelah tercapai kesepakatan, terkumpulah uang senilai Rp31 miliar dari sejumlah pengusaha. 

Di antaranya, sebesar Rp11 miliar dari pengusaha Iwan Kurniawan, Direktur PT Anugerah Citra Abadi, dan Rp 20 miliar hasil patungan para pengusaha lainnya.

Hingga akhirnya, pada Oktober 2010 Rendra terpilih, dan dilantik menjadi Bupati Malang. "Beberapa hari setelah dilantik, Bupati Rendra menepati janjinya," jelasnya.

Rendra lalu mengumpulkan Kabag Lelang, dan kepala dinas lainnya, memerintahkan agar proyek lelang direkayasa sedemikian rupa, sehingga dapat dimenangkan oleh tim suksesnya, termasuk oleh terdakwa.

Setelah itu, pertemuan-pertemuan berkelanjutan antara tim sukses Bupati Rendra bersama dengan para kepala dinas terus dilakukan. Tim hacker juga dibentuk khusus untuk memenangkan proyek pada perusahaan milik tim sukses Bupati Rendra.

Hingga akhirnya terdakwa memenangkan proyek dari Dinas Pendidikan. Itu pun didapat setelah terdakwa beberapa kali melakukan pertemuan dengan kepala dinas di Pemkab Malang. 

Atas pengerjaan proyek itu, terdakwa pun memberikan komitmen fee sebesar 7,5 persen, yang berhasil dikumpulkannya dari pembayaran empat proyek di lingkungan Pemkab Malang.

"Total dana yang diberikan pada Bupati Rendra melalui terdakwa sebesar Rp3,02 miliar," urainya.

Dalam perkara ini, terdakwa dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf b UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 64 ayat KUHP. berita ini dilansir dari media sindownews.com kepada aremamediaonline.com (dod/hd/ameg)


Viewer 777

Similar Post You May Like