Selamat Datang Di Aremamediaonline berita Cepat, Tanggap dan Akurat

Arema

Arema -05- 20 09:08

Terkena Imbas Sanksi 75 Juta, CEO Arema FC Berang


istimewa


ameg.id- CEO Arema FC Ir. Agoes Soerjanto berang dengan Komdis PSSI. Pasalnya, alih-alih memberikan sanksi berat pada PSS Sleman, khususnya Panpel, yang tidak bisa memberikan rasa aman dan nyaman pada tim tamu saat laga 15 Mei 2019, justru Arema terimbas denda sebesar Rp 75 juta. Padahal, Panpel PSS dianggap melanggar pasal utama untuk kenyamanan tim dan fans tamu. 

"Bukan hanya tim tamu. Saat laga pembuka juga terdapat undangan penting seperti kepala daerah setempat, pimpinan daerah lainnya serta petinggi PSSI dan LIB. Apalagi ini laga pembuka Panpel tentunya sdh hrs mempersiapkan jauh lebih baik dari laga biasa. Faktanya justru timbul ricuh karena ketidaksiapan panpel. Jika tidak siap sejak awal ajukan penundaan," ujar Agoes Soerjanto.

Menurut dia, yang membuat makin geregetan adalah sebelum pertandingan pendukung Arema yakni Aremania mendapatkan kuota mencapai 2.000. Hal itu seharusnya diantisipasi Panpel, karena kedatangan suporter tim tamu pun atas persetujuan dari pihak tuan rumah dan berkordinasi langsung dengan manajamen Arema. 

"Aremania seminggu sebelum berangkat ke Sleman sudah kordinasi dengan manajemen, juga panpel terkait keberangkatan keamanan dan soal tiket. Meskipun Ramadan mereka bergembira menyambut bergulirnya Liga 1 dan datang dengan satu tujuan memeriahkan pembukaan dan mendukung timnya," papar dia.

Meski  tiba di Sleman yang awalnya disambut baik jelang laga, namun faktanya malah Aremania justru mendapat sambutan yang provokatif. Dia menganggap Panpel tidak mampu mngantisipasi gangguan keamanan mulai dari area parkir, lorong pintu masuk sampai tribun biru dimana Aremania ditempatkan.

"Terlepas klaim itu ulah provokator, berbagai fakta dan laporan beberapa media, panpel benar-benar tidak sanggup menguasai keadaan, bahkan malah banyak jatuh korban dari Aremania yang semestinya sebagai tamu wajib dilindungi dan mendapatkan perlindungan," imbuhnya.

Apalagi, ajakan Walikota Sleman agar fans tuan rumah menghentikan tindakan kekerasan kepada fans tim tamu tidak diindahkan. Malah diperkeruh pernyataan salah satu LOC atau Panpel yang terekam secara live di TV  dan dilihat oleh seluruh warga Indonesia yang seakan memprovokasi Aremania. 

"Ini membuktikan bahwa panpel tuan rumah tidak mampu menghandle suasana agar lebih kondusif. Bahkan suasana makin menyudutkan Aremania dan membuat jatuh korban dan berpengaruh terhadap psikis pemain tamu dan Aremania. Sebab laga berhenti sampai 30 menit," terang dia. 

Pihak Arema FC pun mempertanyakan alasan pemberian sanksi Rp 75 juta. Sebab, dalam keadaan diserang, suporter timnya  membalas perlakuan oknum yang meakukan kekerasan berupa pelemparan. 

"Mereka sebagai tamu merasa ingin menahan diri. Bayangkan kalau mereka hanya diam. Akan banyak korban berjatuhan. Bayangkan juga kalau merekaa tidak berusaha melindungi kendaraannya yang diserang. Harusnya Komdis objektif mengambil keputusan. Jika mereka membalas karena ingin mempertahankan diri dihukum. Saya khawatir, nantinya akan berdampak pada perilaku suporter," paparnya. (mp/ameg)


Viewer 38

Similar Post You May Like