Selamat Datang Di Aremamediaonline berita Cepat, Tanggap dan Akurat

Kabupaten Malang

Kabupaten Malang -04- 14 15:16

Tersulut Amarah, Menantu Tega Bakar Mertuanya Hidup-Hidup


rumah mertua yang dibakar hidup-hidup oleh menantunya sendiri


aremamediaononline.com- Seorang mertua di Dusun Ngebrong, Tawangsari, Pujon, Kabupaten Malang meregang nyawa di tangan menantunya sendiri. Korban bernama Lismini (57) meninggal di pembaringan rumah sakit saat dirinya menjalani perawatan karena luka bakar mencapai 90 persen di sekujur tubuhnya. Korban menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu pagi pukul 05.00 WIB (13/4).

Tepat pukul 14.00 WIB (Sabtu, 13/4), mobil ambulance tiba mengantarkan jenazah di rumah duka dengan disambut puluhan kerabat dan tetangganya. 

Peristiwa tragis yang menimpa Lismini itu terjadi pada Jum'at siang (12/4). Saat itu, menantu korban, Nurul Mutolibah (30) yang baru pulang bekerja dari ladang mengetuk pintu belakang dapur rumah Lismini yang letaknya bersebalahan dengan pelaku. Lismini mengira cucunya yang mengetuk pintu. Saat pintu dibuka, saat itu juga pelaku menyiramkan bahan bakar motor (BBM) yang diwadahi baskom ke tubuh mertuanya. 

Pelaku lalu memantik korek api yang telah ia siapkan sebelumnya. Karena tak kunjung menyembulkan api, lantas pelaku menyalakan kompor gas dan menyulutkan api ke kertas dan membakar mertuanya hidup-hidup. Pelaku juga mengalami luka bakar di bagian lengan dan kaki.

Korban sontak saja tunggang langgang ke luar rumah dengan api yang masih berkobar di tubuhnya. Tetanggga yang mengetahui peristiwa itu langsung membantu memadamkan api dengan handuk basah. Memang saat peristiwa itu terjadi, suami korban dan suami pelaku sedang menunaikan ibadah Sholat Jum'at di masjid yang tak jauh dari lokasi kejadian.

"Tahu-tahu pas pulang, rumah sudah ramai dan diberi tahu tetangga bahwa istri saya dibakar menantunya," ujar Suparman saat ditemui di kediamannya pada Sabtu siang (13/4).

Dari keterangan yang diberikan Dian Rachmawati (28), keponakan korban, hubungan antara menantu dan mertua itu memang tak akur. Sering terjadi persilihan antar keduanya. Bahkan dia juga sering mendengar cerita dari tetangga-tetangga korban tentang niatan pelaku yang ingin menghabisi mertuanya.

"Tetangga di sini sering mendengar ucapan pelaku begitu," ungkap Dian.

Lismini yang mengalami luka bakar parah di sekujur tubuhnya langsung dibawa ke Puskesmas Pujon sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Sanatorium (RSU Karsa Husada, saat ini). Karena tak sanggup menangani luka korban, kemudian korban dirujuk ke RSSA Syaiful Anwar, Kota Malang.

Pelaku kemudian melarikan diri untuk menghindari amukan massa. Pelaku ditangkap di Dusun Meduran dan digiring ke Mapolres Batu tepat di hari kejadian sekitar pukul 18.00 WIB (Jum'at, 12/4). 

Melalui rilis resmi yang diterbitkan Satreskrim Polres Batu, pelaku dijerat dengan pasal 44 ayat (3) UU No 23 tahun 24 tentang PKDRT dan/atau pasal 353 ayat (1) dan (3) KUHP (penganiayaan yang direncanakan dan menewaskan korban) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (dk/ameg)


Viewer 194

Similar Post You May Like