Sayembara lagu arema berhadiah menarik bagi pemenang, ayo kirimkan jawabanmu dengan sms ke : 0818383911, Pemenang akan diumumkan tanggal 31 Agustus 2019. Link video ada di berita ya !

Kabupaten Malang

Kabupaten Malang -02- 05 11:27

Tiga Oknum Wartawan Dan LSM Peras Guru SD


istimewa


AREMAMEDIAONLINE.COM–Tiga pria yang mengaku sebagai oknum wartawan dan LSM diringkus Satuan Intelkam Polres Malang saat ketiganya melancarkan aksi pemerasan kepada seorang guru SDN 3 Asrikaton, Pakis, Kabupaten Malang pada Sabtu, ( 2/2/19). 

Ketiga pelaku yang diringkus berinisial MS (48), warga Desa Sumberkradenan, Pakis, YT (31) warga Desa Asrikaton, Pakis dan AD (40) warga Tambak Asri, Morokembangan, Kota Surabaya. Mereka ditangkap di dalam ruangan Kepala SD Negeri 3 Asrikaton, Pakis.

Awalnya pada Jum'at (1/2), YT memeras Winarjo (59) untuk menyediakan uang senilai Rp. 7,5 juta. Merasa tak mampu memenuhi permintaan YT, korban menjanjikan uang Rp. 250 ribu. Namun YT tetap bersikukuh dengan permintaan uang senilai Rp. 7,5 juta.

Jika permintaan tak dituruti, YT mengancam akan membuka kasus yang menimpa salah satu murid lantaran luka tertusuk gunting di ruang kelas. YT kembali menindak lanjuti permintaannya pada Sabtu lalu (2/2). 

Merasa didesak, korban meminta pelaku datang ke sekolah untuk mengambil uang sejumlah Rp. 2 juta.

YT bersama AD dan MS memutuskan mendatangi SDN 3 Asrikaton. Uang senilai Rp. 2 juta diterima MS. Saat itu juga, Satuan Intelkam Polres Malang langsung menangkap ketiganya. 

"Memang benar kami mengamankan tiga orang pemerasan yang mengaku sebagai oknum wartawan dan LSM. Ketiganya langsung kami serahkan ke Satreskrim Polres Malang," tegas Kasat Intelkam Polres Malang, AKP Imam Solikin seperti yang dilansir MalangPostonline.com, pada (4 /2/19).

Selain uang hasil pemerasan sebesar Rp. 2 juta  pecahan Rp. 50 ribu yang dijadikan barang bukti, polisi juga menyita barang bukti lainnya antara lain kartu identitas aliansi wartawan dan kartu identitas PWRI atas nama AD, kartu Pers Seputar Malang dan kartu Pers Card Radar Nasional Kabiro Kota Batu atas nama MS, surat tugas pemantau keuangan negara menugaskan AD dan YT, empat buat HP milik ketiganya, salah satunya yang digunakan berkomunikasi dengan korban.

Kemudian, dompet milik MS berisi uang Rp 700 ribu, SIM C, KTP, kartu Forum Independen Masyarakat Malang Raya, Kartu Surabaya Minggu, Kartu LSM Gerakan Anak Bangsa dan Kartu anggota BIN. Lalu, dompet milik AD, berisi uang Rp 814 ribu, kartu ATM Bank Jatim, Bank BRI, Bank BRI, kartu kantor hukum yustitia Indonesia, Kartu Tugas Sorotimes, Kartu Liputan KPK, kartu alisiansi wartawan dan kartu lembaga tinggi. Serta dompet milik YT, berisi uang  Rp 255 ribu, kartu brizi BRi, ATM BRI, kartu suksesi Pers, dan  KTA Kantor Hukum Yustitia Indonesia.

Dugaannya, mereka tidak hanya sekali melakukan pemerasan. Tetapi tindakan tersebut sudah dilakukan beberapa kali di lokasi lain, dengan modus mengancam akan mengangkat permasalahan.

"Kasusnya langsung ditangani Unit I Satreskrim Polres Malang. Ketiganya juga langsung ditahan," jelas salah satu penyidik Satreskrim Polres Malang.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, dikonfirmasi juga membenarkan. Bahkan ketiganya sudah dilakukan penahanan. "Iya sudah ditahan," jawabnya. (dk/dod/ameg)


Viewer 873

Similar Post You May Like