Kota Malang

Kota Malang -12- 06 06:54

'True Avenger' Gapai Mimpi jadi Pahlawan Sejati


pentas seni yang diadakan oleh siswa-siswi sd kristen kalam kudus yang bertajuk pahlawan


ameg.id- Arti pahlawan yang sebenarnya digambarkan oleh siswa-siswi SD Kristen Kalam Kudus dalam sebuah sebuah pertunjukan pentas seni. Melalui sebuah event bertajuk True Avenger, Rabu (4/12), para siswa menggapai mimpi mereka untuk menjadi pahlawan sejati.

Sebanyak 405 siswa tampil memeriahkan acara pentas seni. Dengan mengenakan beragam pakaian daerah, militer, dokter, petani dan pakaian ala pahlawan, siswa menampilkan satu karya drama teatrikal. Sesuai tema pentas seni, drama menceritakan arti kepahlawanan. Bahwa setiap orang merupakan pahlawan, selagi mampu menjadi orang baik dan bermanfaat bagi sesama dan sekitarnya.  

Kepala SD Kristen Kalam Kudus Yuliningtyas Widya Andari, S.Si, mengatakan  dengan tema tersebut anak didiknya diajak untuk berpikir menjadi pahlawan yang sejati, sesuai dengan karakter kristus.

"Yaitu karakter yang tidak hanya bisa belajar dan pandai secara keilmuan tetapi juga punya kasih dalam hati mereka," terang Tyas, sapaan akrabnya.

Kegiatan pentas seni SD Kristen Kalam Kudus kali ini digelar sebagai puncak tema pembelajaran di akhir semester. Maka dari itu sekolah mengajak orang tua dan siswa untuk menikmati puncak tema sebagai hasil dari pembelajaran selama satu semester.

Acara dilaksanakan dalam satu rangkaian acara. Antara lain corner pembelajaran dari tiap kelas, perform siswa dan bazar. "Yang kami harapkan bagaimana orang tua dan sekolah bisa bersama-sama dalam membina dan mendidik anak," imbuhnya.

Tyas menjelaskan adapun tema besar SD Kristen Kalam Kudus pada semester ini adalah Waking Up, yang dalam arti bahasa Bangun.

Dengan maksud yaitu memotivasi para siswa yang selama ini berada di zona nyaman, untuk bangkit dan mempunyai daya juang.

"Untuk menghadapi masa depan dibutuhkan daya juang yang besar, tidak bisa hanya diam diri dan terlena di zona nyaman," terangnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sekolah Kristen Kalam Kudus Conny Benjamin mengatakan perlunya memberikan ruang kreativitas bagi siswa. Misalnya diwujudkan dalam bentuk pentas seni.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi siswa untuk menunjukkan hasil belajar mereka selama satu semester. Selain itu juga menjadi ajang penilaian oleh guru untuk mengetahui kemampuan dan potensi anak didiknya.  "Ini merupakan program yang bagus untuk dikembangkan. Karena di masa sekarang anak-anak dituntut untuk kreatif, inovatif dan bisa berkolaborasi," tuturnya.

Conny berharap kalam kudus dapat menjadi sekolah yang bisa mewadahi kebutuhan siswa untuk berkembang dan menjadi manusia yang utuh. "Maka dari itu mereka harus belajar mandiri  sehingga outcomenya mereka bisa menjadi orang yang berguna bagi sesama," imbuhnya. (mp/ameg)


Viewer 92

Similar Post You May Like