Selamat Datang Di Aremamediaonline berita Cepat, Tanggap dan Akurat

Kota Malang

Kota Malang -05- 18 05:34

Tunggu Hasil RSJ, Sugeng Bisa Bebes Jeratan Hukum


istimewa


ameg.id- Dilansir dari malangpostonline.com, Status Sugeng, warga Jodipan yang mengaku melakukan mutilasi tubuh wanita muda di Pasar Besar, masih dinyatakan sebagai terduga pelaku sejak dua hari diperiksa intensif di Polres Malang Kota.

Meski belum sama sekali dijerat pasal, Polres Malang Kota tidak dapat melepas Sugeng begitu saja. Ia kini diserahkan sementara di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang. Untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena memiliki perilaku gangguan mental, dinyatakan tim psikiater.

"Status sugeng masih terduga pelaku. Dari awal kita kan tidak melakukan penahanan. Dia diperiksa. Tapi kita sudah mengamankan beberapa bukti kuat Sugeng adalah pelaku mutilasi," tegasnya.

Bukti bukti tersebut adalah gunting besar yang diakui terduga untuk memotong tubuh, alat jarum sol sepatu yang dipakai mentato telapak kaki korban, baju, celana berwarna hijau Sugeng yang ada bercak darah, lalu terdapat pula bukti balutan perban di salah satu jari Sugeng yang terdapat bercak darah.

Balutan perban, baju dan celana yang diamankan ini sama sama memiliki bercak darah. Yang masih akan diperiksa, darah tersebut milik siapa.

"Kami juga sudah memeriksa sebanyak 6 saksi. Dua orang pedagang, 3 orang pengawas pasar dan dua saksi yang melapor. Semua mengarah pada terduga pelaku Sugeng," tegas Asfuri.

Lantas mengapa belum dinyatakan sebagai tersangka? Asfuri menegaskan hal ini baru dapat dilakukan usai hasil resmi labfor dan otopsi keluar. Yang akan memberi informasi jelas penyebab kematian korban.

Apakah benar sakit dan kemudian meninggal lalu dimitulasi seperti pengakuan Sugeng atau ada penyebab lain.

Ditegaskan Asfuri juga, hasil tersebut akan mendasari pihaknya menjerat Sugeng dengan pasal pidana.

"Jika memang seperti pengakuan Sugeng, dia bisa dikenakan Pasal 181 KUHP (Pasal menghilangkan mayat, red). Karena dia terbukti memutilasi mayat," tegas Asfuri.

Akan tetapi pasal lain yang juga akan dicermati adalah Pasal 44 KUHP. Pasal 44 KUHP menyebutkan seseorang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara pidana atau bisa bebas dari hukuman jika cacat kejiwaan atau terganggung karena penyakit.

Hal ini berdasarkan hasil tim psikiater yang merekomendasikan Sugeng diperiksa lebih lanjut di RS Jiwa. "Semua menunggu hasil labfor. Yang jelas kita terus dalami ini," pungkasnya. (mp/ameg)

Terus simak berita-berita terupdate lainnya hanya di malangpostonline.com dan jangan lupa download aplikasi ameg.id di playstore smartphone anda.


Viewer 32

Similar Post You May Like