Selamat Datang Di Aremamediaonline berita Cepat, Tanggap dan Akurat

Kota Malang

Kota Malang -03- 08 18:56

Upaya Kampung Kuliner Dinoyo Berikan Manfaat Ekonomi Masyarakat


upaya kampung kuliner dinoyo untuk manfaat ekonomi masyarakat


aremamediaonline.com- Pasar Terpadu Dinoyo menjadi ruang dialog dalam Pogram Ruang Logika Mahasiswa yang mengulas 'Edukasi Fungsi dan Peran Legislator dalam Bernegara'. Pada kegiatan yang digelar pada Jum'at siang tadi (8/3), dihadiri pula anggota Komisi VII DPR RI, Totok Daryanto dan Caleg PDIP Kota Malang, Wanedi.

Saat berlangsungnya acara itu, Totok Daryanto mengaku tertarik dengan keberadaan Pasar Terpadu Dinoyo karena bisa menjadi ruang menyampaikan aspirasi, terutama bagi mahasiswa dan juga profesi lain. Totok berharap tempat ini bisa berkesinambungan dalam hal menggali aspirasi masyarakat.

Politikus PAN itu melihat ada persoalan pada pasar modern itu terhadap eksistensi keberadaan pasar yang sudah ada sebelumnya.

"Saya tidak tahu apakah ada kesalahan desain dari pembangunan ini. Tapi yang terpenting setelah bangunan ini selesai maka harus berpikir bagaimana cara memanfaatkannya," ujar Totok.

Menurutnya perlu kebijakan-kebijakan yang tak merugikan pedagang di pasar tradisional. Tempat berjualan baru bagi pedagang harus bisa menyejahterakan para pelaku usaha mikro itu untuk mengembangkan usaha-usahanya.

"Sehingga bisa memerikan manfaat ekonomi untuk seluruh masyarakat, terutama masyarakat Kota Malang. Tentunya ini menjadi tugas utama Pemkot Malang dan para anggota dewan untuk membenahi konflik yang ada kepada seluruh masyarakat," cetus dia.

Memang sebelumnya, para pedagang yang berjualan di sekitar Pasar Merjosari di relokasi ke Pasar Terpadu Dinoyo yang tempatnya kurang representatif bagi pedagang. Tempat yang disediakan itu membuat pedagang tak bisa menjalankan optimal kegiatan usahanya.

Sementara itu, Caleg PDIP, Wanedi berharap Pasar Terpadu Dinoyo memiliki nilai fungsi menjadi pusat kegiatan ekonomi terutama di bidang UMKM dan investasi yang sedemikian besar.

"Eman rasanya, jika menjadi aset pemerintah kota, kedepannya tentu ini menjadi pusat ekonomi rakyat yang tumbuh dan berkembang di tempat ini," ungkap politisi PDIP itu.

Ia mengaku tahu persis dari proses awal pedagang pindah dari Pasar Dinoyo menuju ke Pasar Merjosari. Dan pedagang yang sudah menempati Pasar Merjosari keberatan untuk pindah ke Pasar Terpadu Dinoyo karena di Pasar Merjosari sudah tumbuh jadi pusat kegiatan ekonomi.

"Jadi pedagangnya sudah merasakan keuntungan yang maksimal sedangkan sebagai pembeli sudah mendapatkan pelayanan yang baik," imbuh Wanedi.

Pasar Terpadu Dinoyo memang akan dimanfaatkan sebagai tempat relokasi yang dipindahkan dari pasar penampungan, Pasar Merjosari. Wanedi menambahkan di dalam perjanjian, dituliskan para pedagang yang ditampung di Pasar Merjosari akan dikembalikan ke Pasar Dinoyo.

"Ya inilah dilema-dilema yang tumbuh di lapangan. Kami sebenarnya waktu itu ingin mempertahankan bagaimana para pedagang bertahan di Pasar Merjosari," lanjut dia.

Menurutnya Pasar Dinoyo bisa digunakan untuk kegiatan usaha lain, seperti pusat kuliner dengan melakukan pembenahan alur transformasi dan promonya. 

"Ini yang saya inginkan ke depan agar Pasar Merjosari jadi pasar yang modern dan  Mall Dinoyo ini bisa menampung pelaku UMKM, dan juga ditambahkan seperti pertunjukan kesenian. Tempat ini harus nyaman untuk pedagan dan pembeli," papar pria yang pernah bertarung dalam Pilwali Kota Malang itu. (san/dk/ameg)


Viewer 140

Similar Post You May Like